About Me

logo
Acid Opal (Naufal Rasyid) adalah seseorang memiliki passion di dunia IT. Programming , desain, networking dan semua hal yang berhubungan dengan IT dia sukai dan dia pelajari. Melalui blog ini, mas opal akan berbagi kepada kalian mengenai [...]

Steve Jobs

Muslim Programmer / Programming  / Steve Jobs

“Everybody in this country should learn to program a computer, because it teaches you how to think” - Steve Jobs

— Steve Jobs

Steve Jobs

Steve jobs pernah berkata “Everybody in this country should learn to program a computer, because it teaches you how to think” yang artinya bahwa “Semua orang di negeri ini harus belajar pemograman komputer, karena itu akan mengajarkan kamu bagaimana caranya berfikir.”

Walaupun Steve Jobs telah tiada, ia meninggalkan sebuah prinsip untuk kita pelajari sebagai warisan yang berharga. Prinsip-prinsip ini tentunya tak kalah hebat dengan berbagai penemuannya. Sebagaimana yang telah kita ketahui, Steve tidak diragukan lagi sebagai sosok pengusaha yang sangat sukses. Berikut adalah 10 pelajaran berharga mengenai kesuksesan yang patut kita pelajari dari seorang Steve Jobs:


1. Pelajari cara untuk mengantisipasi masa depan
Steve Jobs pernah mengutip perkataan Wayne Gretzky, “Saya meluncur ke tempat yang akan terjadi, bukan tempat yang telah terjadi.” Steve Jobs telah menjadi bukti nyata dari kutipan ini selama hidupnya. Apple telah menuai manfaat dari kemampuan Steve untuk mengantisipasi tren masa depan. Mereka mendominasi penjualan musik digital, dimana pasar penjualan CD musik menyusut, sedangkan iPhone juga telah merevolusi industri ponsel dengan memperkenalkan layar sentuh ponsel berbasis teknologi canggih. Kemampuan ini sangat penting jika kamu ingin mencapai tujuan dan sukses. Sebuah contoh bagaimana kita menerapkan hal ini dalam hidup kita yakni dengan memahami apa yang kita inginkan dalam satu tahun, bahkan 5, atau 10 tahun ke depan. Dengan memiliki visi, kita dapat mengantisipasi hambatan di masa depan dan mempersiapkan diri untuk mengatasinya. Contoh: jika kamu saat ini bekerja sebagai karyawan, tetapi melihat masa depan diri kamu sebagai pengusaha, kamu bisa mulai mempelajari keterampilan yang akan bermanfaat untuk masa depan kamu.

2. Fokus pada hal positif
Steve Jobs adalah seorang anak angkat. Dia bisa dengan mudah membenci hidupnya (dan orang tuanya, baik kandung maupun angkat) dan terlibat dengan hal-hal negatif saat ia remaja. Namun, Steve Jobs terus fokus pada hal positif. Ia bersyukur memiliki orang tua angkat yang begitu mencintainya, dia juga menemukan saluran yang positif (teknologi dan komputer) untuk menuangkan energinya ke dalam, dan kini semua orang tahu tentang apa yang diraihnya. Kamu juga bisa mendapatkan keuntungan dari kekuatan berpikir positif. Jika kamu adalah tipe orang yang sering melihat gelas setengah kosong daripada gelas setengah terisi, cobalah untuk fokus pada hal-hal positif dalam hidupmu, dan kamu pasti akan menuai banyak manfaat dari itu.

3. Gagal untuk maju
Semua orang tentu pernah gagal. Ini bisa menjadi cara kamu menanggapi kegagalan yang membuat semua hal berbeda. Pada tahun 1984, Steve Jobs dipecat dari Apple. Pada 2005, dimulainya Stanford, ia mengatakan ini tentang hal itu: “Aku tidak melihatnya, tapi ternyata dipecat dari Apple adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih. Hal itu mengantarkan saya memasuki salah satu periode paling kreatif dalam hidup saya.” Jadi, kita harus berani gagal, Updaters! karena kegagalan bukan akhir dari jalan hidup kita. Kita harus mengambil kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri, dan menuju keberhasilan, hal ini harus siap kita hadapi.

4. Traveling
Tahun sebelum ia mendirikan Apple, Jobs pergi ke India. Traveling memiliki cara memperluas perspektif seseorang dan memperluas kemungkinan apa yang akan terjadi, itulah ciri-ciri kebutuhan pengusaha. Traveling tidak perlu banyak biaya, atau banyak waktu. Liburan akhir pekan sederhana ke kota lain di sekitar kita mungkin cukup untuk mengalami hal-hal baru dan memperluas pengetahuan Anda.

5. Cari pasangan yang tepat
Steve Jobs tidak memulai Apple sendiri. Dia memiliki mitra besar yakni Steve Wozniak, yang dilengkapi keterampilan yang sangat baik. Demikian juga, kamu perlu memilih mitra yang tepat dalam hidupmu sehingga kamu bisa sukses. Orang-orang di sekeliling kamu, mungkin akan membuat atau menghancurkan hidupmu. Jadi, pilihlah dengan bijak dan itu akan membantu kamu menuju kesuksesan.

6. Selalu ada peluang dibalik hambatan
Jobs dan Wozniak kehabisan uang sambil mengembangkan komputer Apple pertama. Alih-alih menyerah, Jobs menjual mobil van dan Wozniak menjual kalkulator grafiknya. Ketika ada kemauan, disitu ada jalan. Yups! Belajarlah untuk melihat kendala sebagai kesempatan yang menyamar. Setelah kamu melakukan itu, selalu ada cara untuk mengatasi berbagai hambatan.

7. Ambil resiko
Steve Jobs bersedia untuk mencopoti produk perusahaannya atas nama kemajuan. Banyak CEO ragu-ragu untuk mengembangkan iPhone, tetapi Jobs tetap melakukannya. Kita perlu mengambil resiko untuk dapat bergerak maju. Hanya berhati-hati dan memastikan bahwa resiko yang kamu ambil adalah resiko yang dihitung. Pikirkan secara menyeluruh, menimbang yang terbaik dan skenario tindakan terhadap satu hal dengan yang lain, kemudian kamu dapat memutuskan apakah resiko tersebut layak diambil.

Post Tags:
Naufal Rasyid

im.acidopal@gmail.com

Sharing Learning And Make A something!